Langsung ke konten utama

Postingan

Berhenti Complain !!

Baca renungan dlu yukk... Barangkali manusia bisa disebut sebagai makhluk tukang komplain. Yang diberi warna rambut hitam pengennya punya rambut pirang. Yang keriting pengen lurus sedangkan yang lurus pengen keriting. Yang gemuk pengen lebih kurus, yang kurus pengen lebih gemuk. Yang miskin pengen kaya raya. Yang bergelimang harta pengen hidup sederhana asal bahagia. Kalo hujan pengen cuaca cerah, kalo lama enggak turun hujan juga mengeluh. Persis seperti gambaran orang Israel yang terus menerus mengeluh selama perjalanannya menuju ke Kanaan. Kalo dipikir-pikir, bukankah seharusnya mereka menjadi bangsa yang paling berbahagia karena bisa melihat penyertaan Tuhan dengan cara yang ajaib setiap hari? Mereka melihat dengan mata kepala sendiri tiang awan dan tiang api memimpin barisan mereka. Mereka melihat laut Teberau terbelah, mencicipi roti dari Sorga, mendapatkan air saat kehausan, makan buah korma saat kelelahan, bahkan makan daging di tengah padang gurun! Tuhan memb...

Senjata Makan Tuan

Selamat Pagi Fatekers' teman-teman...mari membaca... Tuhan Memberkati_Admin Bacaan: Amsal 15:1-4,23 Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! - Amsal 15:23 Ingat Australia, Anda pasti ingat dengan bumerang, alat berburu yang sangat khas dari suku Aborigin. Bumerang merupakan salah satu senjata yang unik dibandingkan dengan senjata-senjata lainnya. Apa keistimewaannya? Bumerang akan kembali dengan sendirinya jika tidak mengenai sasaran. Adanya pergeseran titik berat pada bumerang menyebabkan perputaran ke arah semula. Geli juga ketika ingat pengalaman sederhana ini. Saya ada janji untuk ketemu dengan salah seorang teman. Karena teman tak kunjung datang, tak ada salahnya saya jalan-jalan di sekitar tempat itu dan mulai melihat barang-barang yang dipajang di sana. Just killing time, demikian pikir saya. Lalu ketika melihat sebuah barang yang cukup menarik, sa...

Ibadah Mahasiswa 18 Maret 2011

_Komdok

Bible Study Rabu 16 Maret 2011

  by_Komdok.

10 Reasons Not to Have Sex Outside Marriage

Ternyata bukan cuma anak sekolah yang ikutan bimbingan konseling. Pasangan yang sedang dimabuk Seks itu enak. There i say it. Makanya banyak orang gak mau mati kalo belum kawin (maksudnya merasakan seks –red). Tapi kenapa Tuhan melarang kita melakukannya jika bukan dengan istri/suami kita? Apa Tuhan itu jahat dan egois? Udah nyiptain seks tapi lalu membatasinya juga. Bikin kita sengsara aja! Setelah dicari tahu, ternyata banyak ahli juga setuju tuh dengan konsep bahwa seks diluar nikah itu gak OK. Ini hasil penelitian mereka:   #1. Resiko terkena penyakit yang ditularkan melalui seks jadi tipis. Sekarang ini PMS (Penyakit Menular Seksual) banyak banget jenisnya. Ada yang gak bisa sembuh lagi, ada juga yang kambuh-kambuhan. Waduh, jangan sampai kena deh. Orang bilang seks yang aman itu ya nggak melakukan seks, terhindar dari segala resiko penyakit kelamin, selain itu? Ya resikolah.. #2. Lebih mudah bercerai. Survey menunjukkan bahwa orang yang melakukan seks sebelum me...

Kasih Tanpa Syarat

Mengasihi dan Dikasihi adalah 2 hal yang sangat dekat… semua orang di bumi ini pasti mempunyai kebutuhan utk dikasihi & mengasihi. Karena kita tidak dapat hidup sendiri. Hmm…, ngomong2 soal mengasihi… kayaqnya mudah untuk mengasihi atau memberikan kasih kita pada orang2 terdekat kita atau pada orang yang juga mengasihi kita… bahkan orang2 jahatpun bisa mengasihi teman2nya… Namun berbicara mengenai mengasihi orang lain yang belum pernah kita kenal, atau bahkan mengasihi orang yang bermasalah dengan kita atau musuh kita… hmm rasanya jadi lain deh, beberapa mengatakan No Way!… beberapa mengatakan saya akan pikir2 dulu, beberapa mengatakan “saya akan liat apakah sikapnya terhadap saya akan berubah lebih baik?”… semua ada syaratnya… Padahal waktu Tuhan mengorbankan diriNya di kayu salib, Tuhan mati untuk menebus dosa seluruh dunia, tanpa pilih-pilih… kasihNya benar-benar tanpa syarat terhadap kita. Bukankah dahulu kita juga memusuhi Tuhan karena dosa-dosa & pemberontakan yang kita l...

Selagi Masih Hidup

Sodikin hanya bisa menangis tersedu-sedu mengiringi penurunan peti jenazah ayahnya ke liang kubur. Satu hal yang sangat ia sesali, selama ayahnya hidup ia kurang sekali memperhatikannya. Bahkan untuk sekadar menemaninya ngobrol atau main catur, jarang sekali ia lakukan. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusannya sendiri. Tiga bulan lalu ia baru mengetahui ayahnya menderita sakit berat hingga dirawat di rumah sakit sampai meninggalnya. Sekarang, apa yang bisa ia lakukan untuk “menebus” kesalahannya? Tidak ada. Ayahnya sudah terbujur kaku. Tidak ada kesempatan kedua. Ya, kematian selalu berarti berakhirnya sebuah kesempatan. Sebuah titik. Manusia, seperti yang digambarkan dalam bacaan Alkitab hari ini, berbeda dengan pohon. Kalau sebuah pohon ditebang, ia punya kesempatan untuk bertunas lagi (ayat 7). Pun, apabila pohon itu akarnya menjadi tua dan tunggulnya mati, pada saatnya ia bisa bersemi lagi (ayat 8). Akan tetapi manusia, begitu ia tiba pada kematiannya, maka selesailah sudah ...