Langsung ke konten utama

Postingan

10 Reasons Not to Have Sex Outside Marriage

Ternyata bukan cuma anak sekolah yang ikutan bimbingan konseling. Pasangan yang sedang dimabuk Seks itu enak. There i say it. Makanya banyak orang gak mau mati kalo belum kawin (maksudnya merasakan seks –red). Tapi kenapa Tuhan melarang kita melakukannya jika bukan dengan istri/suami kita? Apa Tuhan itu jahat dan egois? Udah nyiptain seks tapi lalu membatasinya juga. Bikin kita sengsara aja! Setelah dicari tahu, ternyata banyak ahli juga setuju tuh dengan konsep bahwa seks diluar nikah itu gak OK. Ini hasil penelitian mereka:   #1. Resiko terkena penyakit yang ditularkan melalui seks jadi tipis. Sekarang ini PMS (Penyakit Menular Seksual) banyak banget jenisnya. Ada yang gak bisa sembuh lagi, ada juga yang kambuh-kambuhan. Waduh, jangan sampai kena deh. Orang bilang seks yang aman itu ya nggak melakukan seks, terhindar dari segala resiko penyakit kelamin, selain itu? Ya resikolah.. #2. Lebih mudah bercerai. Survey menunjukkan bahwa orang yang melakukan seks sebelum me...

Kasih Tanpa Syarat

Mengasihi dan Dikasihi adalah 2 hal yang sangat dekat… semua orang di bumi ini pasti mempunyai kebutuhan utk dikasihi & mengasihi. Karena kita tidak dapat hidup sendiri. Hmm…, ngomong2 soal mengasihi… kayaqnya mudah untuk mengasihi atau memberikan kasih kita pada orang2 terdekat kita atau pada orang yang juga mengasihi kita… bahkan orang2 jahatpun bisa mengasihi teman2nya… Namun berbicara mengenai mengasihi orang lain yang belum pernah kita kenal, atau bahkan mengasihi orang yang bermasalah dengan kita atau musuh kita… hmm rasanya jadi lain deh, beberapa mengatakan No Way!… beberapa mengatakan saya akan pikir2 dulu, beberapa mengatakan “saya akan liat apakah sikapnya terhadap saya akan berubah lebih baik?”… semua ada syaratnya… Padahal waktu Tuhan mengorbankan diriNya di kayu salib, Tuhan mati untuk menebus dosa seluruh dunia, tanpa pilih-pilih… kasihNya benar-benar tanpa syarat terhadap kita. Bukankah dahulu kita juga memusuhi Tuhan karena dosa-dosa & pemberontakan yang kita l...

Selagi Masih Hidup

Sodikin hanya bisa menangis tersedu-sedu mengiringi penurunan peti jenazah ayahnya ke liang kubur. Satu hal yang sangat ia sesali, selama ayahnya hidup ia kurang sekali memperhatikannya. Bahkan untuk sekadar menemaninya ngobrol atau main catur, jarang sekali ia lakukan. Ia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusannya sendiri. Tiga bulan lalu ia baru mengetahui ayahnya menderita sakit berat hingga dirawat di rumah sakit sampai meninggalnya. Sekarang, apa yang bisa ia lakukan untuk “menebus” kesalahannya? Tidak ada. Ayahnya sudah terbujur kaku. Tidak ada kesempatan kedua. Ya, kematian selalu berarti berakhirnya sebuah kesempatan. Sebuah titik. Manusia, seperti yang digambarkan dalam bacaan Alkitab hari ini, berbeda dengan pohon. Kalau sebuah pohon ditebang, ia punya kesempatan untuk bertunas lagi (ayat 7). Pun, apabila pohon itu akarnya menjadi tua dan tunggulnya mati, pada saatnya ia bisa bersemi lagi (ayat 8). Akan tetapi manusia, begitu ia tiba pada kematiannya, maka selesailah sudah ...

See The Future

Dalam film seri Flash Forward dikisahkan bahwa suatu hari semua orang di dunia pingsan pada saat yang bersamaan, lalu melihat masa depan. Respons setiap orang terhadap peristiwa itu berbeda-beda, sangat tergantung pada apa yang mereka lihat dalam penglihatan tersebut. Namun yang pasti, sejak hari itu hidup semua orang berubah. Orientasi hidup mereka bukan lagi semata-mata pada apa yang sedang terjadi saat ini, melainkan pada apa yang akan terjadi di masa yang mendatang. Kita pun sebetulnya adalah orang-orang yang sudah tahu mengenai masa depan. Kita sudah tahu bahwa dunia yang sekarang ini akan berakhir ketika Yesus datang kembali. Dan bahwa kita akhirnya akan bertemu langsung dengan Tuhan Yesus dan hidup bersama-Nya dalam kemuliaan kekal. Karena itu, hidup kita pun seharusnya diubahkan oleh pengetahuan ini. Tantangannya, kita tidak tahu kapan hal-hal tersebut akan terjadi. Sehingga, ada kalanya kita lupa akan masa depan yang sedang kita nantikan. Atau, bahkan kita menjadi ragu bahwa m...

Iman yang Mahal Harganya

Pollicarpus adalah uskup kota Smirna (sekarang daerah Izmir, Turki. Kota ini juga disebut dalam Wahyu 2:8-11). Ketika itu sedang terjadi penganiayaan besar-besaran terhadap orang kristiani. Mereka dikejar hendak dibunuh kalau tidak mau mengakui kaisar sebagai Tuhan. Pollicar pus juga ditangkap. Sebenarnya, ia punya kesempatan untuk melarikan diri, tetapi ia memilih bertahan. Kepadanya lalu diberikan pilihan: mengakui Kaisar sebagai Tuhan atau dibakar hidup-hidup? Jawab Pollicarpus, “Selama 88 tahun aku melayani Dia, tidak sekali pun Yesus mengecewakan aku. Bagaimana mungkin sekarang aku menghujat Rajaku yang telah menyelamatkan aku?” Ia akhirnya mati. Namun, ucapan Pollicarpus di ujung usianya itu menjadi sangat terkenal, dan menggambarkan seseorang yang bersedia mati demi mempertahankan kesetiaan pada imannya. Iman, seperti juga cinta, teruji pada saat yang sulit. Semakin mahal “harga” yang harus dibayar untuk iman kita, maka semakin cemerlanglah “kilau” yang ditampakkannya. Kesaksian...

Ingatlah Karya Tuhan

Pembina pemuda kami, sambil bergurau pernah berkomentar demikian, “Para pengurus pemuda suka pada narsis ya?” Alasannya, hampir di setiap kesempatan, kami para pengurus tidak pernah melewatkan acara berfoto-foto. Bagi kami, setiap momen harus diabadikan; sebagai tanda kenang-kenangan di masa depan. Mengenang masa lalu itu sangatlah penting, terutama untuk mengingat karya Tuhan di dalam hidup kita. Dan, ini pulalah yang Tuhan ingin agar kita lakukan. Sama seperti Tuhan, ketika Dia menyuruh bangsa Israel menyusun dua belas batu peringatan di tepi sungai Yordan. Tujuannya adalah untuk mengingat karya Tuhan yang memutuskan aliran Sungai Yordan, sehingga bangsa Israel dapat berjalan melaluinya. Batu peringatan ini bukan hanya bagi generasi mereka saja, melainkan juga bagi anak cucu mereka. Jika kita melupakan karya dan pimpinan Tuhan pada masa lampau, kita akan mudah mengeluh saat menghadapi masalah. Sebaliknya, jika kita terus mengingat karya dan kasih setia Tuhan, inilah yang menjadi moda...

Tsunami 8.8 Hajar Jepang 11 Maret 2011

Berdoa dan Berjagalah..:)